Jumat, 17 Januari 2014


Diposting oleh : Djayawarman Alamprabu
Kategori: Artikel - Dibaca: 1219 kali


Contoh Pembuatan irigasi tetes dengan memanfaatkan botol air mineral bekas di Kab. Malang, Jawa Timur

Irigasi merupakan upaya yang dilakukan petani untuk mengairi lahan pertaniannya. Salah satu teknologi irigasi pertanian yang sudah dikembangkan adalah irigasi tetes. Irigasi tetes itu sendiri adalah metodeirigasi yang menghemat air dengan membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman, baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar, melalui jaringan katup, pipa dan emitor (Wikipedia). Irigasi tetes merupakan teknologi irigasi yang bertujuan untuk memanfaatkan ketersediaan air yang sangat terbatas secara efisien. Teknologi ini cocok diterapkan pada lahan kering dengan topografi relatif landai.

Cara kerja irigasi tetes sederhana adalah menampung air dalam wadah dengan  mengalirkannya ke tanaman menggunakan tekanan gaya gravitasi melalui lubang yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan tanaman. Cara penggunaan alat ini sangatlah mudah, yaitu dengan mengisi wadah botol air mineral bekas /bambu yang telah dilubangi dibawahnya sekitar 0.1 cm dengan air dan menggantungkannya pada tiang gantungan yang telah disediakan dekat dengan tanaman. Jumlah lubang tetesan air ke tanaman disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan air. Apabila botol sudah kosong diisi kembali.

Manfaat dengan melakukan irigasi tetes ini, adalah :
a. Menyediakan air selama musim kemarau;
b. Mengurangi penggunaan tenaga kerja bila dibandingkan dengan penyiraman individu pertanaman melalui ataupun menggunakan gayung;
c. Menyalurkan air ke tempat yang diinginkan;
d. Dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, sebagai akibat dari kemampuan irigasi tetes dalam memelihara tanah agar tetap lembab pada daerah perakaran
e. Mengusahakan tanah tempat media tumbuh tanaman selalu basah terairi tetesan air dan cukup untuk mengairi tanaman.



Sumber:
Pedoman Umum Adaptasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian, 2011
Pedoman Teknis Direktorat Perlindungan Perkebunan, 2012
Oleh : Nanda Rahma Yuli, ST